Menjelaskan sebuah Cincau Hitam Lengkong, Manfaat khasiat, Kandungan, Perbedaan Cincau Hitam Dan Cincau Hijau, dan Mempromosikan Produk Cincau Hitam Bubuk Grass Jelly
Rabu, 21 Agustus 2019
11 Manfaat Cincau Hijau untuk Kesehatan, Minuman yang Bikin Segar
Kamu pasti
tahu cincau kan? Ya, daun-daunan yang satu ini biasa diracik menjadi minuman
yang berbentuk gel seperti agar-agar dan dicampur dengan bahan lainnya,
sehingga menjadi minuman segar seperti es campur atau es cincau. Cincau sendiri
terdiri dari berbagai spesies, namun yang umum di Indonesia ialah cincau hijau
dan cincau hitam.
Tak Hanya Menyegarkan, Cincau Hitam Juga Menyehatkan Tubuh
Salah satu
minuman yang paling nikmat untuk dikonsumsi saat siang hari yang panas dan
gerah adalah es cincau. Terdapat dua jenis cincau yang bisa kita pilih, yakni
cincau hijau dan cincau hitam. Tak hanya menyegarkan tubuh, cincau hitam
ternyata juga kaya akan berbagai manfaat kesehatan.
Cincau, Dinginkan Panas Dalam
Di balik
warnanya yang hitam pekat, cincau menyimpan banyak khasiat, termasuk meredakan
panas dalam. Kandungan karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin (A, B1, C), air,
yang cukup banyak membuat cincau dipercaya sebagai alternatif untuk
menghilangkan panas dalam.
Jenis Cincau Di Indonesia
Di Indonesia
sendiri umumnya terdiri dari 2 jenis cincau yaitu cincau hitam dan hijau.
Keduanya bisa digunakan sebagai minuman segar dalam olahan puding. Teksturnya
juga sama- sama lembut dan rasanya enak, namun cincau hitam biasanya lebih
disukai karena cita rasanya yang khas dan enak. Untuk cita rasa sendiri, hal
ini kembali kepada selera masing-masing orang. Daun pada cincau hijau lebih
lebar dan besar. Warna daunnya hijau muda dan bentuknya menyirip serta kaku.
Budidaya Tanaman Cincau Hitam
Penanaman
dan perawatan dalam budidaya cincau tergolong mudah. Ada beberapa hal yang
perlu anda lakukan dalam pembudidayaan ini. Berikut penjelasannya.
Perbedaan Cincau Hitam dan Cincau Hijau
Tanaman Cincau Hitam
Adalah jenis tumbuhan penghasil cincau hitam berasal dari
klasifikasi tumbuhan dari genus Mesona terutama M. procumbens, M. chinensis
yang terdapat di daerah Tiongkok bagian selatan atau M.
Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Daun Cincau
Banyaknya Daun Cincau yang
diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Daun Cincau yang dapat
dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 40 %
Penjelasan Tanaman Cincau
Tanaman cincau hitam ini
berbentuk perdu, merumpun, batang beruas, berkayu, persegi, kecil, berbulu, dan
berwarna kemerahan.Daun berwarna hijau, lonjong, tipi lemas, ujungnya runcing,
serta pangkal tepi daun bergerigi dan berbulu.
Gizi Cincau Hitam
Cincau hitam dengan mengandungan
serat larut air (soluble dietary fiber). Didalam tubuh, serat larut air bisa
mengikat kandungan gula serta lemak/cholesterol, hingga berguna untuk
menghindar penyakit diabetes melitus, jantung, stroke, serta penyakit kardiovaskular
yang lain. Kecuali itu, cincau hitam pula memiliki kandungan nilai gizi yang
cukup baik, terlebih bila dilihat dari kandungan mineral serta vitaminnya.
Tetapi, cincau hitam (buatan jadi) adalah bahan makanan yang amat minim
kandungan gizinya. Kandungan paling besar ialah air, nyaris meraih 98 %.
Mengingat dalam sistem pembuatannya ditambahkan mineral serta pati, cincau
hitam memiliki kandungan beberapa mineral serta karbohidrat dalam jumlah
lumayan. Cincau hitam memiliki kandungan kalori semakin banyak dari pada cincau
hijau, 100 gr cincau hitam memiliki kandungan 122 kalori, 6 gr protein, 1 gr
Lemak, 26 gr karbohidrat, dengan vitamin C serta vitamin A yang rendah.
Sejarah Cincau Hitam
Cincau hitam berbahan baku daun
janggelan. Daun janggelan dijual di pasar-pasar dalam bentuk telah jadi.
Tanaman janggelan barangkali masih asing di telinga orang-orang. Tetapi, bila
menyebutkan nama cincau hitam, barangkali nyaris seluruhnya lingkungan
mengetahui makanan ini. Daun janggelan adalah bahan pokok yang dipakai untuk
menghasilkan cincau hitam. Cincau hitam (Mesona palustris BL) terhitung dalam
famili Labiate. Awalannya tanaman cincau datang dari Asia serta menebar ke
India, Birma, Indocina, Philipina hingga Indonesia. Tanaman ini bisa tumbuh
dengan baik di daerah yang mempunyai ketinggian 75-2300 m diatas permukaan
laut. Ciri-cirinya, berbatang kecil serta ramping, pada ujung batang tumbuh
batang-batang kecil, ada yang tumbuh menjalar ke tanah serta ada juga yang
tegak. Mempunyai bentuk daun yang lonjong, berbuntut runcing. Bentuk bunga
serupa dengan kembang kemangi berwarna merah muda atau mungkin putih keunguan.
Khasiat dari Kandungan Cincau Hitam untuk Kesehatan
Cincau hitam merupakan minuman
tradisional yang serta hidangan segar yang patut untuk di nikmati. Minuman ini
termasuk kedalam minuman pelepas dahaga yang sangat menyegarkan. Pembuatan
cincau ini dapat terbilang cukup merepotkan. Cincau ini biasanya di beri tamban
santan dan gula merah sehingga memiliki rasa yang manis dan segar. Selain itu
minuman ini juga memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan.
Manfaat Cincau Hitam Bagi Penyakit Tubuh
Cincau hitam sangat bermanfaat
bagi kesehatan tubuh kita. Berikut adalah beberapa manfaat cincau hitam bagi
kesehatan tubuh Penyakit Tubuh :
Kandungan Cincau Hitam Bagi Kesehatan
Daun cincau hitam Tumbuhan janggelan (cincau hitam)
adalah tanaman berbatang kecil dengan ujung batang yang juga ditumbuhi batang
lagi. Batangnya terkadang menjalar di tanah dan sebagian lainnya tegak. Bentuk
daunnya lonjong dengan ujung daur meruncing. Terkadang bunganya berwarna merah
muda namun adapula yang warnanya agak ungu. Bentuknya mirip dengan bunga
kemangi. Bagian tanaman yaitu batang serta daunnya bergetah hijau agak hitam
(hijau kehitam-hitaman).
6 Manfaat Cincau Hitam Saat Puasa Untuk Kesehatan Tubuh
Cincau hitam menjadi salah satu menu berbuka puasa yang cukup sering disajikan. Apalagi dengan kesegaran yang ditawarkan cincau hitam saat mengonsumsinya, bikin berbuka puasa semakin segar.
Cincau Dapat Obati Sakit Maag
Penyakit maag atau tukak kambung kelihatannya remeh, namun sering merepotkan. Cepat sembuh tapi juga gampang kambuh. Kemunculan gejalanya ditandai dengan rasa nyeri pada perut gara-gara meningkatnya asam lambung. Cincau ternyata mampu menuntaskannya.
Mag yang kambuh akan menimbulkan rasa sakit pada epigastrum (perut bagian atas) disertai berkurangnya nafsu makan, bahkan anoreksia (hilangnya selera makan). Kalau sudah begitu, muncul rasa mual disertai demam sehingga mendadak muntah-muntah.
Beberapa tanaman biasa digunakan masyarakat untuk meredam mag ini. Di antaranya tanaman cincau. Berdasarkan penelitian, ia berkhasiat mencegah radang dan menurunkan produksi asam lambung. Nah, zat apa gerangan yang membuat cincau mujarab untuk sakit mag?
Dikatakan Dr. Florence C. Amato dalam Fundamentals of Medical Science for Medical Record Personel (1985), penyakit mag biasanya berawal dari makanan yang dikonsumsi tercemar bakteri atau kuman sehingga menimbulkan infeksi. Dalam kondisi serangan ringan, diagnosis penyebabnya sering tidak jelas. Tapi bisa juga ditandai dengan muntah darah (hematemensis) berwarna hitam karena pengaruh asam lambung.
L.B. Cardenas, Lemmens, dan Horsten dalam Medicinal and Poisonous Plants 1 (1999) Daun menyebutkan, sejumlah senyawa flavonoid bersifat mencegah radang (anti-inflamatori) dan menurunkan kadar asam lambung. Senyawa flavonoid terdapat pada beberapa tumbuhan obat, seperti cincau (Premna serratifolia), camcau (Cyclea barbata), dan juga para kerabatnya dari famili Menispermaceae.
Beragam bangsa ternyata sudah akrab dan memanfaatkan tanaman obat itu. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenalnya sebagai cincau. Tumbuhan dari famili Verbenaceae (jati-jatian) ini termasuk tanaman semak atau pohon kecil yang tingginya mencapai 10 m.
Di Indocina, daun dan akarnya sebagai obat tradisional untuk melancarkan air kencing (diuretik), gangguan lambung, dan penyakit demam. Masyarakat di India memanfaatkan daunnya untuk pengobatan radang rematik, sakit perut atau mulas (kolik), dan gas dalam perut (flatulence).
Rebusan akar dan daun digunakan untuk obat demam di Semenanjung Malaysia. Di Papua Nugini sari daunnya dipakai sebagai obat batuk, sakit kepala, dan demam. Sementara masyarakat di Guam memanfaatkan teh rebusan kulit kayunya untuk pengobatan sakit saraf (neuralgia).
Daun cincau mengandung bahan kimia berupa senyawa aktif Premnazole dan Phenyl butazone. Premnazole (alkaloid isoxazol) dari hasil isolasi daun cincau sebagai senyawa antiradang yang bisa menurunkan pembentukan tumor pada jaringan granulasi yang menyerang butir-butir dalam protoplasma (granuloma). Phenyl butazone merupakan senyawa yang memiliki aktivitas sama dengan Premnazole dengan menurunkan kadar kelenjar adrenal dan asam askorbat (vitamin C).
Dalam penelitian yang sama, kedua senyawa itu juga mampu menurunkan aktivitas enzim sehingga secara tidak langsung asam lambung yang terbentuk pada cardia dalam dinding lambung juga menurun.
Camcau merupakan salah satu jenis tumbuhan yang sering kali digunakan sebagai pengganti cincau. Di daerah Jawa, daunnya untuk bahan jeli yang biasa disebut camcau ijo. Jeli ini sebagai minuman dan makanan pengusir sakit perut serta demam.
Tumbuhan camcau menyimpan senyawa campuran alkalin termasuk senyawa S,S-tetrandrine (sebagai alkaloid utama lebih dari 3% dalam akar). Senyawa ini, berdasarkan penelitian, bekerja mengalangi perkembangan tumor ganas pada ginjal (neuroblastoma). Juga mempunyai aktivitas dalam pencegahan maupun pengobatan penyakit pembuluh darah jantung (kardiovaskuler), termasuk penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gangguan lambung akibat tidak adanya irama lambung atas (supraventricular arrthythmia).
Senyawa itu juga berpengaruh sebagai antiradang, pereda radang (prostaglandin), pengumpul zat pembeku darah, penekan radang sendi, dan mencegah produksi nitrixc oxcide. Ada pun senyawa aktif lainnya ialah R,S-isotetrandrine, R,Schondocurine, homoaromoline, dan fangchinoline.
Bahan aktif lain
Beberapa jenis tumbuhan dari famili Menispermaceae (sirawan-sirawanan) diketahui telah digunakan masyarakat setempat sebagai obat tradisional. Masyarakat Filipina dan Semenanjung Malaysia menggunakan rebusan batang sirawan (Arcangeiisia flava) sebagai obat gangguan lambung maupun usus. Di Indonesia batangnya dijual sebagai “kayu seriawan” untuk obat demam dan seriawan.
Sirawan dikenal mengandung senyawa campuran alkaloid (bis)-benzylisoquinoline, seperti bahan aktif sejenis berberine (lebih dari 5% dalam berat kering batang) dan palmatine. Berberine sebagai senyawa aktif antibakteri.
Berberine berpengaruh juga dalam suplemen air daging dengan darah. Berberine (sebagai sulfat) dengan konsentrasi 35 µg/ml dapat merusak bakteri (bactericidal) pada Vibrio cholerae. Juga sebagai pencegah perkembangan bakteri (bacteriostatic) pada Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 50 µg/ml. Kedua senyawa berberine dan palmatine secara khusus bekerja mencegah enzim dalam darah, hati, dan pankreas.
Di daerah Jawa, masyarakat menggunakan daun sumbat kendi (Stephania capitata) sebagai pengganti camcau untuk mengusir gangguan lambung. Kandungan alkaloidnya sama dengan camcau, dengan S,S-tetradrine sebagai senyawa utama (antara 0,7-1,3%).
Mag yang kambuh akan menimbulkan rasa sakit pada epigastrum (perut bagian atas) disertai berkurangnya nafsu makan, bahkan anoreksia (hilangnya selera makan). Kalau sudah begitu, muncul rasa mual disertai demam sehingga mendadak muntah-muntah.
Beberapa tanaman biasa digunakan masyarakat untuk meredam mag ini. Di antaranya tanaman cincau. Berdasarkan penelitian, ia berkhasiat mencegah radang dan menurunkan produksi asam lambung. Nah, zat apa gerangan yang membuat cincau mujarab untuk sakit mag?
Dikatakan Dr. Florence C. Amato dalam Fundamentals of Medical Science for Medical Record Personel (1985), penyakit mag biasanya berawal dari makanan yang dikonsumsi tercemar bakteri atau kuman sehingga menimbulkan infeksi. Dalam kondisi serangan ringan, diagnosis penyebabnya sering tidak jelas. Tapi bisa juga ditandai dengan muntah darah (hematemensis) berwarna hitam karena pengaruh asam lambung.
L.B. Cardenas, Lemmens, dan Horsten dalam Medicinal and Poisonous Plants 1 (1999) Daun menyebutkan, sejumlah senyawa flavonoid bersifat mencegah radang (anti-inflamatori) dan menurunkan kadar asam lambung. Senyawa flavonoid terdapat pada beberapa tumbuhan obat, seperti cincau (Premna serratifolia), camcau (Cyclea barbata), dan juga para kerabatnya dari famili Menispermaceae.
Beragam bangsa ternyata sudah akrab dan memanfaatkan tanaman obat itu. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenalnya sebagai cincau. Tumbuhan dari famili Verbenaceae (jati-jatian) ini termasuk tanaman semak atau pohon kecil yang tingginya mencapai 10 m.
Di Indocina, daun dan akarnya sebagai obat tradisional untuk melancarkan air kencing (diuretik), gangguan lambung, dan penyakit demam. Masyarakat di India memanfaatkan daunnya untuk pengobatan radang rematik, sakit perut atau mulas (kolik), dan gas dalam perut (flatulence).
Rebusan akar dan daun digunakan untuk obat demam di Semenanjung Malaysia. Di Papua Nugini sari daunnya dipakai sebagai obat batuk, sakit kepala, dan demam. Sementara masyarakat di Guam memanfaatkan teh rebusan kulit kayunya untuk pengobatan sakit saraf (neuralgia).
Daun cincau mengandung bahan kimia berupa senyawa aktif Premnazole dan Phenyl butazone. Premnazole (alkaloid isoxazol) dari hasil isolasi daun cincau sebagai senyawa antiradang yang bisa menurunkan pembentukan tumor pada jaringan granulasi yang menyerang butir-butir dalam protoplasma (granuloma). Phenyl butazone merupakan senyawa yang memiliki aktivitas sama dengan Premnazole dengan menurunkan kadar kelenjar adrenal dan asam askorbat (vitamin C).
Dalam penelitian yang sama, kedua senyawa itu juga mampu menurunkan aktivitas enzim sehingga secara tidak langsung asam lambung yang terbentuk pada cardia dalam dinding lambung juga menurun.
Camcau merupakan salah satu jenis tumbuhan yang sering kali digunakan sebagai pengganti cincau. Di daerah Jawa, daunnya untuk bahan jeli yang biasa disebut camcau ijo. Jeli ini sebagai minuman dan makanan pengusir sakit perut serta demam.
Tumbuhan camcau menyimpan senyawa campuran alkalin termasuk senyawa S,S-tetrandrine (sebagai alkaloid utama lebih dari 3% dalam akar). Senyawa ini, berdasarkan penelitian, bekerja mengalangi perkembangan tumor ganas pada ginjal (neuroblastoma). Juga mempunyai aktivitas dalam pencegahan maupun pengobatan penyakit pembuluh darah jantung (kardiovaskuler), termasuk penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gangguan lambung akibat tidak adanya irama lambung atas (supraventricular arrthythmia).
Senyawa itu juga berpengaruh sebagai antiradang, pereda radang (prostaglandin), pengumpul zat pembeku darah, penekan radang sendi, dan mencegah produksi nitrixc oxcide. Ada pun senyawa aktif lainnya ialah R,S-isotetrandrine, R,Schondocurine, homoaromoline, dan fangchinoline.
Bahan aktif lain
Beberapa jenis tumbuhan dari famili Menispermaceae (sirawan-sirawanan) diketahui telah digunakan masyarakat setempat sebagai obat tradisional. Masyarakat Filipina dan Semenanjung Malaysia menggunakan rebusan batang sirawan (Arcangeiisia flava) sebagai obat gangguan lambung maupun usus. Di Indonesia batangnya dijual sebagai “kayu seriawan” untuk obat demam dan seriawan.
Sirawan dikenal mengandung senyawa campuran alkaloid (bis)-benzylisoquinoline, seperti bahan aktif sejenis berberine (lebih dari 5% dalam berat kering batang) dan palmatine. Berberine sebagai senyawa aktif antibakteri.
Berberine berpengaruh juga dalam suplemen air daging dengan darah. Berberine (sebagai sulfat) dengan konsentrasi 35 µg/ml dapat merusak bakteri (bactericidal) pada Vibrio cholerae. Juga sebagai pencegah perkembangan bakteri (bacteriostatic) pada Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 50 µg/ml. Kedua senyawa berberine dan palmatine secara khusus bekerja mencegah enzim dalam darah, hati, dan pankreas.
Di daerah Jawa, masyarakat menggunakan daun sumbat kendi (Stephania capitata) sebagai pengganti camcau untuk mengusir gangguan lambung. Kandungan alkaloidnya sama dengan camcau, dengan S,S-tetradrine sebagai senyawa utama (antara 0,7-1,3%).
Cincau Ampuh Atasi Asam Lambung
Manfaat Cincau Pada Pengidap Asam Lambung Masih Terbatas
Beberapa sumber menyebutkan daun cincau mengandung antioksidan yang mampu melindungi asam lambung dari kerusakan, seperti flavonoid, saponin, polifenol, tanin, alkaloid, serat pektin, mineral, dan vitamin. Zat flavonoid berfungsi mencegah radang dan menurunkan asam lambung. Daun cincau dipercaya mengandung premnazol dan fenilbutazon.
Kedua senyawa ini mampu menurunkan aktivitas enzim, sehingga secara tidak langsung asam lambung yang terbentuk menurun. Senyawa ini bersifat anti radang dan menekan pertumbuhan sel tumor. Sayangnya, penelitian yang menguji kebenaran manfaat daun cincau pada pengidap asam lambung masih terbatas. Beberapa sumber bahkan menyebutkan efek samping cincau pada orang yang sensitif, yaitu memicu peningkatan produksi asam lambung berlebih sehingga menimbulkan gejala mual, nyeri ulu hati, dan sesak napas.
Daripada Ragu, Coba Atasi Asam Lambung dengan Cara Ini
1. Makan Teratur
Salah satu penyebab naiknya asam lambung adalah pola makan tidak teratur. Maka itu, usahakan makan pada jam yang sama setiap hari. Waktu makan yang direkomendasikan adalah 3 - 4 jam sekali dengan porsi kecil. Hindari makan dua jam sebelum tidur karena hal bisa memicu naiknya asam lambung ke tenggorokan saat tidur.
2. Hindari Makanan Pemicu
Jika kamu memiliki perut yang sensitif atau mengidap penyakit asam lambung, jangan berlebihan makan makanan yang terlalu asam, pedas, berminyak, bersantan, dan mengandung gas. Batasi konsumsi minuman beralkohol dan berkafein (seperti kopi, teh, dan minuman bersoda). Pasalnya, makanan dan minuman ini memicu peningkatan produksi asam lambung dan menimbulkan nyeri ulu hati hingga perut kembung.
3. Kelola Stres
Studi yang berjudul Effect of Coffee and Stress with Incidence of Gastritis mengungkapkan, stres berlebihan memicu produksi asam lambung berlebih. Reaksi ini mengganggu aktivitas lambung hingga memicu kebocoran lambung. Kamu dianjurkan untuk bisa mengelola stres yang dialami. Caranya beragam, mulai dari melakukan teknik relaksasi, berolahraga, atau melakukan kegiatan positif yang menyenangkan.
4. Jaga Berat Badan
Kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas memicu naiknya asam lambung. Risiko penyakit asam lambung meningkat seiring bertambahnya indeks massa tubuh. Pasalnya, pengidap obesitas memiliki lemak perut berlebih yang rentan menekan lambung dan menyebabkan refluks asam dari lambung ke tenggorokan.
Beberapa sumber menyebutkan daun cincau mengandung antioksidan yang mampu melindungi asam lambung dari kerusakan, seperti flavonoid, saponin, polifenol, tanin, alkaloid, serat pektin, mineral, dan vitamin. Zat flavonoid berfungsi mencegah radang dan menurunkan asam lambung. Daun cincau dipercaya mengandung premnazol dan fenilbutazon.
Kedua senyawa ini mampu menurunkan aktivitas enzim, sehingga secara tidak langsung asam lambung yang terbentuk menurun. Senyawa ini bersifat anti radang dan menekan pertumbuhan sel tumor. Sayangnya, penelitian yang menguji kebenaran manfaat daun cincau pada pengidap asam lambung masih terbatas. Beberapa sumber bahkan menyebutkan efek samping cincau pada orang yang sensitif, yaitu memicu peningkatan produksi asam lambung berlebih sehingga menimbulkan gejala mual, nyeri ulu hati, dan sesak napas.
Daripada Ragu, Coba Atasi Asam Lambung dengan Cara Ini
1. Makan Teratur
Salah satu penyebab naiknya asam lambung adalah pola makan tidak teratur. Maka itu, usahakan makan pada jam yang sama setiap hari. Waktu makan yang direkomendasikan adalah 3 - 4 jam sekali dengan porsi kecil. Hindari makan dua jam sebelum tidur karena hal bisa memicu naiknya asam lambung ke tenggorokan saat tidur.
2. Hindari Makanan Pemicu
Jika kamu memiliki perut yang sensitif atau mengidap penyakit asam lambung, jangan berlebihan makan makanan yang terlalu asam, pedas, berminyak, bersantan, dan mengandung gas. Batasi konsumsi minuman beralkohol dan berkafein (seperti kopi, teh, dan minuman bersoda). Pasalnya, makanan dan minuman ini memicu peningkatan produksi asam lambung dan menimbulkan nyeri ulu hati hingga perut kembung.
3. Kelola Stres
Studi yang berjudul Effect of Coffee and Stress with Incidence of Gastritis mengungkapkan, stres berlebihan memicu produksi asam lambung berlebih. Reaksi ini mengganggu aktivitas lambung hingga memicu kebocoran lambung. Kamu dianjurkan untuk bisa mengelola stres yang dialami. Caranya beragam, mulai dari melakukan teknik relaksasi, berolahraga, atau melakukan kegiatan positif yang menyenangkan.
4. Jaga Berat Badan
Kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas memicu naiknya asam lambung. Risiko penyakit asam lambung meningkat seiring bertambahnya indeks massa tubuh. Pasalnya, pengidap obesitas memiliki lemak perut berlebih yang rentan menekan lambung dan menyebabkan refluks asam dari lambung ke tenggorokan.
Mengenal Cincau Hijau dan Cincau Hitam Beserta Manfaatnya Pada Kesehatan
Cincau merupakan minuman yang banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia. Pada umumnya masyarakat mengonsumsi cincau sebagai dessert yang dicampur sebagai isian pada minuman. Ada dua jenis cincau yang umumnya beredar di masyarakat, yaitu cincau hijau dan cincau hitam. Keduanya berbeda dalam hal warna, cita rasa, penampakan, bahan baku, dan cara pembuatan. Jika dilihat dari segi harga cincau hitam dijual lebih mahal.
Bahan dan Proses Pembuatan
Cincau hijau berasal dari daun segar yang berasal dari tanaman cincau hijau (Cyclea barbata), cincau perdu (Premma serratifolia) dan cincau minyak (Stephnia hermandifolia) tanpa proses pemanasan, daun yang telah dipetik dilakukan sortasi dan pencucian agar kotoran yang melekat pada daun menghilang, selanjutnya daun diremas atau dirajang dan ditambahkan ke air matang dingin dan kemudian disaring. Ekstrak dari saringan tersebut akan mengental membentuk gel.
Cincau hitam berasal dari simplisia kering seluruh bagian tanaman janggalan (Mesona palustris) yaitu daun, ranting, dan juga akar. Tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik pada dataran menengah hingga dataran tinggi. Proses pembuatannya dengan perebusan dan ditambah abu. Ekstrak yang dihasilkan perlu ditambah pati tapioka agar terbentu gel.
Tekstur dan Lama Penyimpanan
Gel pada cincau hitam memiliki kelebihan dibandingkan gel cincau hijau. Pada tekstur gel cincau hijau yang dimiliki lebih lunak (lembek) dan rapuh, sehingga tidak dapat dicetak, diiris, ataupun dipotong – potong. Sedangkan gel pada cincau hitam lebih tegar dan kokoh, sehingga dapat dicetak, diiris, ataupun dipotong – potong.
Dari segi waktu penyimpanan. Pada penyimpanan suhu kamar, gel cincau hitam dapat bertahan hingga 4 hari sedangkan pada gel cincau hijau hanya dapat bertahan selama 2 hari. Adanya kelebihan tersebut membuat produk gel cincau hitam mempunyai ekonomi lebih tinggi.
Senyawa Bioaktif dan Manfaatnya
Tanaman cincau hitam mengandung vitamin, mineral, dan serat pangan yang cukup. Kandungan mineral yang dominan adalah fosfor dan kalsium, sedangkan kandungan vitaminnya yang cukup tinggi terdapat pada pro vitamin A sebagai karatoneid, vitamin B1, dan vitamin C. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa produk berbasis cincau hitam dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus diabetes, menurunkan kolesterol, trigliserida, dan low density lipoprotein (LDL), serta menaikkan high density lipoprotein (HDL) darah pada tikus.
Sedangkan pada cincau hijau mengandung mineral, vitamin, dan serat. Dari hasil penelitian, kandungan zat aktif seperti polifenol, alkaloid, tannin, dapat melindungi mukosa lambung dari kerusakan akibat peningkatan konsentrasi HCL lambung.
Bahan dan Proses Pembuatan
Cincau hijau berasal dari daun segar yang berasal dari tanaman cincau hijau (Cyclea barbata), cincau perdu (Premma serratifolia) dan cincau minyak (Stephnia hermandifolia) tanpa proses pemanasan, daun yang telah dipetik dilakukan sortasi dan pencucian agar kotoran yang melekat pada daun menghilang, selanjutnya daun diremas atau dirajang dan ditambahkan ke air matang dingin dan kemudian disaring. Ekstrak dari saringan tersebut akan mengental membentuk gel.
Cincau hitam berasal dari simplisia kering seluruh bagian tanaman janggalan (Mesona palustris) yaitu daun, ranting, dan juga akar. Tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik pada dataran menengah hingga dataran tinggi. Proses pembuatannya dengan perebusan dan ditambah abu. Ekstrak yang dihasilkan perlu ditambah pati tapioka agar terbentu gel.
Tekstur dan Lama Penyimpanan
Gel pada cincau hitam memiliki kelebihan dibandingkan gel cincau hijau. Pada tekstur gel cincau hijau yang dimiliki lebih lunak (lembek) dan rapuh, sehingga tidak dapat dicetak, diiris, ataupun dipotong – potong. Sedangkan gel pada cincau hitam lebih tegar dan kokoh, sehingga dapat dicetak, diiris, ataupun dipotong – potong.
Dari segi waktu penyimpanan. Pada penyimpanan suhu kamar, gel cincau hitam dapat bertahan hingga 4 hari sedangkan pada gel cincau hijau hanya dapat bertahan selama 2 hari. Adanya kelebihan tersebut membuat produk gel cincau hitam mempunyai ekonomi lebih tinggi.
Senyawa Bioaktif dan Manfaatnya
Tanaman cincau hitam mengandung vitamin, mineral, dan serat pangan yang cukup. Kandungan mineral yang dominan adalah fosfor dan kalsium, sedangkan kandungan vitaminnya yang cukup tinggi terdapat pada pro vitamin A sebagai karatoneid, vitamin B1, dan vitamin C. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa produk berbasis cincau hitam dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus diabetes, menurunkan kolesterol, trigliserida, dan low density lipoprotein (LDL), serta menaikkan high density lipoprotein (HDL) darah pada tikus.
Sedangkan pada cincau hijau mengandung mineral, vitamin, dan serat. Dari hasil penelitian, kandungan zat aktif seperti polifenol, alkaloid, tannin, dapat melindungi mukosa lambung dari kerusakan akibat peningkatan konsentrasi HCL lambung.
Ternyata Minum Es Cincau Manfaatnya Baik untuk Kesehatan
MINUMAN yang satu ini pernah menjadi favorit banyak orang. Apalagi kalau bulan puasa, minuman es cincau pasti dicari untuk berbuka.
Namun sekarang, banyaknya minuman kekinian, membuat es cintau tak lagi menjadi primadona. Padahal selain enak untuk minuman menyegarkan, cincau kaya manfaat kesehatan.
Dr. Rita Ramayulius, DCN, M. Kes., yang merupakan ahli gizi dari Persatuan Gizi Indonesia (Persagi), mengatakan, daun cincau asli memiliki efek mendinginkan tubuh.
"Saat organ pencernaan suhunya sedang meningkat atau panas pada saat tertentu maka menyebabkan luka pada organ pencernaan atau yang biasa disebut panas dalam," kata Rita kepada Okezone, baru-baru ini.
Cincau, sambungnya, memiliki manfaat menetralkan suhu di organ pencernaan. Jadi, sangat baik di konsumsi ketika seseorang kurang cairan, aktivitas tinggi, dan suhu tubuh sedang tidak seimbang.
"Cincau memberi efek mendinginkan yang sangat baik. Namun perlu dicatat, yang memberi manfaat hanyalah cincau asli tanpa campuran bahan kimia," jelasnya.
Adapun efek negatif yang timbul ketika minum cintau itu tidak ada. Kecuali bila diolah menggaunakan campuran kimia berbahaya atau diminum ketika sudah menjadi olahan minuman yang mengadung banyak bahan berisiko yang menyebabkan timbulnya penyakit.
"Ada orang yang usil membuat cincau menggunakan bahan kimia adiksi sebagai tambahan untuk mengentalkan atau untuk membuat hijau ditambahkan perwarna. Itu yang berbahaya, makanya sebagai konsumen kita harus cerdas memilih minuman," bebernya.
Ia menambhkan, cincau yang terbuat dari bahan campuran berbahaya efeknya akan menimbukan diare. Termasuk berisko juga jika diolah menjadi minuman es yang tinggi gula. Efek es dan gula akan negatif ke tubuh.
Namun sekarang, banyaknya minuman kekinian, membuat es cintau tak lagi menjadi primadona. Padahal selain enak untuk minuman menyegarkan, cincau kaya manfaat kesehatan.
Dr. Rita Ramayulius, DCN, M. Kes., yang merupakan ahli gizi dari Persatuan Gizi Indonesia (Persagi), mengatakan, daun cincau asli memiliki efek mendinginkan tubuh.
"Saat organ pencernaan suhunya sedang meningkat atau panas pada saat tertentu maka menyebabkan luka pada organ pencernaan atau yang biasa disebut panas dalam," kata Rita kepada Okezone, baru-baru ini.
Cincau, sambungnya, memiliki manfaat menetralkan suhu di organ pencernaan. Jadi, sangat baik di konsumsi ketika seseorang kurang cairan, aktivitas tinggi, dan suhu tubuh sedang tidak seimbang.
"Cincau memberi efek mendinginkan yang sangat baik. Namun perlu dicatat, yang memberi manfaat hanyalah cincau asli tanpa campuran bahan kimia," jelasnya.
Adapun efek negatif yang timbul ketika minum cintau itu tidak ada. Kecuali bila diolah menggaunakan campuran kimia berbahaya atau diminum ketika sudah menjadi olahan minuman yang mengadung banyak bahan berisiko yang menyebabkan timbulnya penyakit.
"Ada orang yang usil membuat cincau menggunakan bahan kimia adiksi sebagai tambahan untuk mengentalkan atau untuk membuat hijau ditambahkan perwarna. Itu yang berbahaya, makanya sebagai konsumen kita harus cerdas memilih minuman," bebernya.
Ia menambhkan, cincau yang terbuat dari bahan campuran berbahaya efeknya akan menimbukan diare. Termasuk berisko juga jika diolah menjadi minuman es yang tinggi gula. Efek es dan gula akan negatif ke tubuh.
Langganan:
Postingan (Atom)












