Tampilkan postingan dengan label Budidaya Tanaman Cincau Yang Kaya Manfaat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Tanaman Cincau Yang Kaya Manfaat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Agustus 2019

Daun Cincau Hijau yang Mengandung Flavonoid



Flavonoid merupakan salah satu kelompok senyawa metabolit sekunder yang paling banyak ditemukan di dalam jaringan tanaman. Kerangka flavonoid terdiri atas satu cincin aromatik A, satu cincin aromatik B, dan cincin tengah berupa heterosiklik yang mengandung oksigen (Gambar 3). Bentuk sederhana dari cincin-cincin ini dijadikan sebagai dasar pembagian flavooid ke dalam sub-sub kelompoknya. Flavonoid meerupakan antioksidan yang berpotensi untuk mencegah pembentukan radikal bebas. Selain itu, flavonoid mempunyai peran sebagai antibakteri dan juga sebagai antivirus. Flavonoid merupakan senyawa polar karena memiliki sejumlah gugus hidroksil yang tidak tersubtitusi. Pelarut polar seperti etanol, metanol, etilasetat dapat digunakan untuk mengekstrak flavonoid dari jaringan tumbuhan. Senyawa flavonoid termasuk senyawa fenol sehingga dapat berubah warna saat dicampur dengan basa atau amonia.

 Flavonoid adalah senyawa yang terdiri dari 15 atom karbon yang umunya tersebar pada tumbuhan dengan berbagai fungsi dan terdapat 13 pada beberapa bagian tumbuhan diantaranya buah, akar, daun, dan kulit batang. Flavonoid merupakan pigmen pada tanaman yang meproduksi warna-warna tertentu. Flavonoid pada tanamanditemukan sebagai glikosida dengan beberapa kelompok hidroksil fenolik bergabung bersama gula. Ikatan dengan gugus gula inilah yang menyebabkan flavonoid bersifat polar (Simaremare, 2014). Flavonoid bekerja sebagai antibakteri dengan cara menghambat sintesis asam nukleat bakteri dan mampu menghambat motilitas bakteri. Flavonoid bekerja dengan cara menggangu pengikatan hidrogen pada asam nukleat sehingga proses sintesis DNA dan RNA terhambat. Flavonoid juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri dengan cara menggangu kestabilan membran sel dan metabolisme energi bakteri. Ketidakstabilan ini terjadi akibat adanya perubahan sifat hidrofilik dan hidrofobik membran sel, sehingga fluiditas membran sel berkurang yang berakibat pada gangguan pertukaran cairan dalam sel dan menyebabkan kematian sel bakteri. Struktur dasar flavonoid Keterangan: Flavonoid tersusun atas 15 kerangka karbon yang terdiri dari 2 cincin benzena yang dihubungkan dengan cincin piran heterosiklik 14.

Janggelan



Tanaman Cincau Hitam atau Janggelan (Jawa) dengan nama tumbuhan (Latin:Mesona palustris BL), Grass Jelly Drink(English). Ciri-cirinya, berbatang kecil dan ramping, Pada ujung batang tumbuh batang-batang kecil, ada yang tumbuh menjalar ke tanah dan ada pula yang tegak. Memiliki bentuk daun yang lonjong, berujung runcing. Bentuk bunga mirip dengan kembang kemangi berwarna merah muda atau putih keunguan. Nah, dari daun dan batang inilah menghasilkan gelatin hijau kehitaman. Oleh karena itu dikenal dengan nama cincau hitam. Awalnya tanaman cincau berasal dari Asia dan menyebar ke India, Birma, Indocina, Philipina sampai Indonesia.


Kata cincau sendiri berasal dari dialek Hokkian Sienchau (xiancao).Merupakan tanaman perdu, tumbuh dengan baik pada ketinggian antara 150-1.800 meter diatas permukaan laut.  Cincau hitam sudah dikonsumsi masyarakat Indonesia, Cina, Jepang, Korea, dan Asia Tenggara. Menurut ahli ahli gizi dan kuliner, cincau hitam sangat baik dikonsumsi oleh semua kalangan. Cincau hitam sangat kaya mineral terutama kalsium dan fosfor. Cincau juga baik dikonsumsi bagi orang yang sedang menjalani diet, selain rendah kalori juga tinggi serat.
 Cincau dipercaya mampu meredakan panas dalam, sembelit, perut kembung, demam, dan diare. Sedangkan serat bermanfat untuk membersihkan organ pencernaan dari zat karsinogen penyebab kanker. Cincau mengandung antioksidan dan dipercaya mampu mematikan sel kanker. Cincau hitam merupakan makanan penghilang dahaga dan menyegarkan ini juga memiliki kandungan serat larut air (soluble dietary fiber) yang terdapat di dalamnya. Di dalam tubuh, serat larut air dapat mengikat kadar gula dan lemak sehingga bermanfaat untuk mencegah penyakit seperti diabetes melitus, jantung, stroke.

Selasa, 20 Agustus 2019

Budidaya Tanaman Cincau Yang Kaya Manfaat


Kita kebanyakan mengenal cincau sebagai bahan pembuat minuman segar , kenyal dan lezat. Namun ternyata tanaman cincau memiliki manfaat yang lebih dari sekedar untuk konsumsi. Daun cincau ternyata bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti tekanan darah tinggi, menyembuhkan demam, radang lambung dan lain sebagainya. Maka tidak ada salahnya jika pada lahan pekarangan kita ditanam tanaman cincau. Budidaya tanaman cincau sendiri ada yang dilakukan secara serius pada lahan yang disediakan sendiri dan ada yang ditanam pada pekarangan rumah bahkan dengan media pot.


Tanaman Cincau  dikenal dengan  berbagai macam nama, misalnya saja  camcauh, juju, tarawulu dan kepleng. Tanaman ini memiliki manfaat untuk ksehatan karena memiliki kandungan kimia yang banyak sekali yang berguna bagi kesehatan tubuh kita diantaranya karbohidrat yang menyerap air, zat lemak dan alkaloid siklein, kardioplegikum, tentradine dan dimetil tetradine, polifenol, saponoid dan flavonoida.

Cara Menanam Tanaman Cincau
Jika anda tertarik untuk menanam tanaman cincau ini, berikut ini langkah-langkah menanam tanaman cincau :
1. Ambil bibit yang merupakan batang cincau yang merambat ke bawah hingga ke tanah dan sudah ditumbuhi akar.
2. Pilih bibit yang baik, biasanya bibit ini masih berumur tiga sampai empat hari.
3. Siapkan pot atau polybag/plastik berdiameter 20 cm.
4. Siapkan tanah, sekam dan pupuk kandang.
5. Masukkan campuran tanah ke dalam pot berdiameter 20 cm, siram, letakkan di area yang mendapat banyak matahari.
6. Setelah tiga bulan, pindahkan tanaman ke lahan yang telah disiapkan untuk menanam pohon cincau.
7. Sebulan kemudian pohon akan tumbuh subur, daun cincau akan banyak dan siap dipanen. Untuk konsumsi, pilih daun cincau yang segar.



Tanaman Cincau hijau sudah bisa dipanen sejak umur enam bulan dan masa panen bisa setiap dua minggu sekali. Jika dirawat dengan baik, tanaman cincau bisa bertahan hingga puluhan tahun. Yang dipanen pada tanaman cincau ini  hanya bagian daunnya saja. Bagian batang yang tersisa akan bertunas kemudian menghasilkan daun baru yang akan dipanen di minggu berikutnya.